Sunday, 23 January 2011

Mr. Google

some say that experience is the best teacher. But, i think that Mr. Google is my best teacher.

Human learns very well, when they get excited. Once, You attach by something that stuck in your heads for a long time. Your brain is in the best condition.

When surfing, sometimes we forgot to eat, sleep, and rest.

You can search everything by networking.

But we have to be careful, not all the internet says is true. You have to compare the information with another one. So, You are not misunderstanding.

Internet is a part of y life.

Eventhough i live in top of mountain, Internet still the most source to gain knowledge (As long as people know how to use it well).

I want to say Thank Mr. Google. You give me a lot of thinks. :)

Thursday, 21 October 2010

I've Return

It's been a long time i'm not update this blog. Well, many things happened since my graduation last February.

Start next moth, i'll concentrate in this blog. Fulfill one of my objections that I want to publish something useful for everyone.

Hope it will comes true.Insya Allah. Amin

Thursday, 27 May 2010

Stuck At The Moments?

When you caught in difficult situations, my friends suggest to make an innocence face. Can you do that? Well, at the first, it's difficult. This is about acting and lying. But don't try this, it's a bad habit.

The best is be honest no matter what. :)

Now I' really wake up my mind!!

Thing to do is be HAPPY.

Are you HAPPY today?

well, if you're not then lets cheer up your self.

Don't be burden of uncertain things.

SMILE :) !!!

v(^o^)v


Tuesday, 26 January 2010

Belajar Bagaimana Mempelajari Sesuatu

Mempelajari bagaimana mempelajari sesuatu, hal yang mungkin kadang kita lupakan. Ini adalah sebuah proses bagaimana agar kita bisa menyerap ilmu dengan maksimal. Terlepas dari seberapa pandai seseorang itu. Saya mungkin bukan termasuk orang yang pandai. Tapi karena saya bisa dibilang cukup rajin. Saya bisa menutupi kekurangan saya dalam hal intelegensi yang sebagian orang ada yang mengatakan sebagai 'keturunan'. Di kelas saya dulu ada seorang anak yang pandai, tapi ia malas dan suka berisik. Tapi saat ujian nilainya yang paling bagus. Saya sangat dongkol. Bagaimana orang seperti ia bisa seperti itu. Alhasil belakangan saya ketahui, kedua orang tuanya adalah dokter yang handal.

Sejak saat itu, saya tidak pernah dongkol lagi dengannya. Saya melampiaskan kedongkolan saya dengan mencari cara bagimana saya bisa belajar dengan baik. Itu adalah pertama kalinya saya berpikir serius tentang cara belajar saya. Awalnya saya membuat semacam jadwal pelajaran yang harus saya ulang seuplang sekolah, dan saya juga menentukan jam-jam tertentu khusus untuk mengerjakan tugas dan PR. Mulanya cara ini berhasil, tapi lama-kelamaan saya jenuh dan bosan. Akhirnya saya tinggalkan jadwal-jadwal itu. Meskipun awalnya cara ini cukup berhasil mendongkrak nilai saya. Ya, dengan menjadi rajin.

Setelah strategi rajin selesai, saya mencoba strategi lain, strategi moody. Jadi saya hanya belajar saat pikiran dan energi saya mendukung. Ini strategi yang umum dipakai siswa pada umumnya. Tapi kalau dipikir saya juga tidak menggunakan strategi ini 100 % karena berlawanan dengan pribadi saya. Kemudian muncul ide untuk belajar bersama. Catatan untuk cara ini adalah berhasil jika ujian sudah dekat.

Saya bukan orang yang rajin membaca, namun jika sudah penasaran akan sesuatu, sesuatu itu menjadi addict yang berbahaya. Hasilnya saya kecanduan komik selama lebuh dari 7 tahun. Alhamdulillah sekarang sudah agak reda. Hal aneh yang sering teman-teman katakan adalah kebiasaan saya meminjam komik begitu banyak saat mau ujian. Kalau diingat-ingat dulu saat teman sekamar seriur belajar, saya asik baca komik. Ck ck ck, benar-benar tidak sopan. Mungkin komik adalah salah satu bentuk pelampiasan saya atas ketegangan otot untuk menghadapi ujian. Saya membaca beberapa komik baru kenudian belajar lagi bab baru. Mungkin bagi saya dulu komik adalah penawar rasa bosan membaca huruf teks yang berjejer rapi. Nilai saya cukup stabil pada level baik dengan cara ini.

Beberapa hal juga pernaah saya coba untuk meningkatkan isi atau volume otak yaitu dengan image training. Sebuah cara yang saya temukan di sebuah komik tentang kedokteran. yaitu menggunakan imajinasi untuk memperlebar daya ingat dan kemampuan abstraksi. Hasilnya nilai saya yang berkaitan dengan geometri atau apapun gambar minimal dapat A- (Kalau tidak salah).

 


Sunday, 27 December 2009

How to find the Purpose of Life?

Sekedar berbagi ilmu dari seorang dosen tentang bagaimana mencari tujuan hidup. Ini salah satu catatan lama yang mungkin berguna bagi yang membutuhkan. Bagi yang masih belum menemukan tujuan hidupnya semoga tulisan sedikit ini dapat membantu.

Untuk memperoleh tujuan hidup yang sesuai, pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu apa kelebihan dan kekurangan kita. Hal ini dapat menunjukan seberapa jauh kita mengenal diri kita sendiri. Kemudian coba deh susun daftar, apa yang ingin/dapat kita lakukan dalam jangka waktu 1 jam, 1 minggu, 1 bulan, dan seterusnya.

Setelah itu coba pikirkan, motif dominan kita itu apa? Apakah kekuasaan, persahabatan, atau prestasi? ciri-ciri tiap orang dengan motif dominan yang berbeda itu juga beda loh...misalnya orang yang motif dominannya persahabatan. Dia cenderung untuk berkumpul bersama teman2, supel, pendengar yang baik, dll. Kemudian orang yang motif dominannya kekuasaan, orang dengan motif ini cenderung pandai bicara, egois, suka mengatur, dll.

Meskipun motif kekuasaan mendapat pandangan negatif yang cukup besar, tak selamanya seperti itu. Seorang pemimpin yang baik, pasti bisa mengatur anak buahnya dengan baik kan? Selanjutnya orang yang motif dominannya prestasi, orang dengan motif ini cenderung untuk serius, punya rasa tanggung jawab yang besar, pandai mengatur waktu, dsb.

Nah sekarang coba pikirkan motif dominan apa yang ada dalam diri anda?

Saturday, 28 February 2009

Number Sense

Have you ever heard about number sense? What's the meaning and how to use it?

Karena sedikit artikel yang mengulasnya dalam bahasa indonesia. Kali ini saya menggunakan bahasa indonesia, by the way saat ini saya dalam tahap peningkatan kemampuan bahasa inggris di sebuah lembaga. Semoga nanti membawa manfaat.

Number sense merupakan sebuah intuisi yang baik mengenai bilangan dan hal yang terkait dengan bilangan. Hal ini dapat didefinisikan secara luas sebagai pemahaman makna bilangan dan pemahaman hubungan anratbilangan (Malofeeva, Day, Saco, Young, & Ciancio, 2004). Kemampuan number sense meliputi kemampuan mengenal bilangan, mengidentifikasi nilai bilangan dan memahami bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai macam cara, seperti berhitung, perhitungan mental, pengukuran atau estimasi/penaksiran. (http://surfnetparents.com/math_glasarry.html).

Number sense dihasilkan oleh suatu approach/pendekatan yang dikembangkan di Belanda sejak tahun 1970-an; yaotu RME (Realistic Mathematics Education) oleh Institut Freudenthal. matematika sebagai aktivitas manusia berarti manusia harus diberi kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang dewasa (Gravemeijer, 1994). Upaya ini dilakukan melalui penjelajahan berbagai situasi dan persoalan realistik. Realistik dalam hal ini dimaksudkan tidak mengacu pada realitas tetapi pada sesuatu yang dibayangkan siswa. Prinsip penemuan kembali dapat diinspirasi oleh prosedur-prosedur pemecahan informal, sedangkan proses penemuan kembali menggunakan konsep matematisasi.

Number sense merupakan kesadaran akan jumlah, memberi makna pada bilangan dan mampu menghubungkannya dengan makna yang berbeda. Siswa menemukan cara yang lebih mudah dalam menghadapi suatu bilangan, dan dapat mengerti bahwa sebuah bilangan dapat direpresentasikan dengan cara yang berbeda.

Terdapat dua model dimensi number sense yaitu kemampuan dasar (Basic skill) dan aritmatika konvensional (Conventional arithmetic). Jordan, kaplan, Olah, dan Locuniak (2006) menggambarkan bahwa dimensi kemampuan dasar meliputi kemampuan berhitung, mengenali bilangan, mengetahui bilangan, perhitungan nonverbal, penaksiran, dan pola bilangan. Dimensi yang lain yaitu atirmatika konvensional meliputi, kombinasi bilangan dan soal cerita. Aspek penting tentang number sense dinyatakan oleh Jordan dan rekan-rekannya yang dirangkum dalam 5 elemen kunci number sense anak (Jordan, et al, 2006 : 154).
  1. Berhitung : mengetahui korespondensi satu-satu, urutan yang stabil, pengetahuan tentang prinsip kardinalitas dan mengetahui barisan berhitung.
  2. Pengetahuan bilangan : mendeskripsikan dan mengkoordinasikan besaran dan membuat perbandingan besaran bilangan.
  3. Transformasi bilangan : transformasi bilangan dengan penjumlahan, pengurangan dan perhitungan dalam konteks verbal dan nonverbal, perhitungan dengan atau tanpa bantuan (fisik atau verbal).
  4. Penaksiran : memperkirakan besarnya himpunan dan menggunakan referensi titik.
  5. Pola bilangan : meniru pola bilangan, memperbesar pola bilangan dan melihat hubungan antarbilangan.

Referensi :
Malofeeva, E., J., Saco, X., Young L., & Ciancio, D. 2004. Construction and Evaluation of A Number Sense Test With Head Start children. Jurnal Pendidikan Psikologi, 96(4), 648-659.

Gravemeijer, K. P. E. 1994. Developing Realistic Mathematics Education. Netherlands. Utrecht : Freudenthal institute.

Jordan, N. C., Kaplan, D., Olah, A. N., & Locuniak, M. N. 2006. Number Sense Growth in Kindergarten: A Longitudinal Investigation of Children At Risk For Mathematics Difficulties. Jurnal Penelitian Perkembangan Anak, 77(1), 153-175.